Pada saat kita akan mengajukan penutupan asuransi, Perusahaan Asuransi akan memberikan formulir berisi rincian pertanggungan dan data - data asuransi yang harus diisi secara lengkap dan jujur. Formulir ini disebut dengan proposal form atau Surat Permohonan Penutupan Asuransi (SPPA)
Proposal form adalah mekanisme yang paling umum dimana cara penanggung
mendapatkan informasi tentang resiko yang akan diasuransikan. Pada banyak kasus
dalam kelas / jenis asuransi, satu proposal form wajib dilengkapi oleh
tertanggung dan diserahkan kepada Penanggung. Formular dapat diperoleh langsung
dari penanggung atau disediakan oleh satu broker atau pengantara.
Dulunya proposal form berfungsi juga sebagai bentuk reklame dan sampai kini
masih ada. Akan tetapi
sekarang, periklanan sudah sangat canggih dan hanya kecil kemungkinan proposal
dijadikan iklan.
Terdapat kelas tertentu dari asuransi dimana proposal form tidak biasa
dibutuhkan misalnya dalam asuransi kebakaran (khususnya untuk satu pabrik yang
sangat besar/luas) dalam hal ini data atau informasi yang ingin ditanyakan
sangat kompleks sehingga tidak cukup ditulis dalam satu proposal form.
Untuk
mencatat informasi tersebut, biasa seorang surveyor mencatat dalam satu laporan
survey resiko baik yang sudah standar maupaun yang belum standar. Broker juga
punya peranan untuk melakukan survey resiko sehingga laporan survey dari broker
lebih bersifat komprehensif atau penuh rincian untuk diberikan kepada pihak
asuransi,
Dalam asuransi marine, pemakaian proposal juga kurang umum kecuali untuk
asuransi kapal kecil (smaller crafts). Pihak broker, yang bertindak sebagai
proposer, biasanya memberikan gambaran tentang resiko yang dijamin dibuat dalam
satu kertas yang disebut ”slip” berisi rincian resiko dan diserahkan kepada
underwriter di Lloyd’s.
Melihat dari proposal form dari kedua jenis asuransi di atas, dapat
disimpulkan bahwa:
- Proposal Forms akan bervariasi isinya (pendek atau panjang) tergantung pada jenis resiko dan informasi yang dibutuhkan sehingga memungkinkan untuk meng-underwrite resiko.
- Ada Pertanyaan yang tidak begitu penting untuk kelas asuransi tertentu. Namun pertanyaan umum yang selalu ada untuk semua jenis asuransi. Pertanyaan tersebut adalah tentang:
- nama dan alamat calon tertanggung, pekerjaan dan usia
- rincian pengalaman klaim masa lalu dan pengalaman
berasuransi pada saat lalu
dan sekarang
- masa
periode untuk pertanggungan
- Dasar perhitungan premi, untuk asuransi household
sudah termasuk harga pertangungan untuk masing – masing isi.
Untuk bisnis asuransi, pertanyaan umum meliputi:
- Nama calon tertanggung yaitu nama perusahaan atau
nama usaha.
- Alamat bisnis
- Penjelasan tentang jenis perdagangan, bisnis,
profesi yang dikerjakan oleh calon tertanggung.
- Dasar perhitungan premi untuk jenis asuransi
liability haruslah mencantumkan daftar gaji dan turnover.
- Masa periode asuransi.
B1. DIRECT INSURERS
Apa yang disebut direct/langsung ataupun lewat telepon, Penanggung
mendapatkan informasi yang mereka minta selama masa percakapan telepon dengan
prospektif pemegang polis. Penyelidikan tidak dapat berjalan lama lewat telepon
karena secara umum untuk tidak membosankan pembicaraan lewat telepon dibuat
sangat singkat. Dalam situasi ini penanggung harus mempersiapkan pertanyaan
singkat untuk diajukan kepada calon tertanggung.
Direct Insurer menciptakan catatan permanen sebagai proposal form bukan
rekaman pembicaraan lewat telepon melainkan mengirim Proposal Statement kepada
tertanggung yaitu apa saja yang sudah disepakati dalam pembicaraan di
telepon. Kemudian calon tertanggung
menerima dan menanda – tangani dan setuju apa yang sudah disepakati sama halnya
seperti menanda- tangani proposal form yang biasa.









0 comments:
Post a Comment