101 PRINSIP DAN PRAKTEK ASURANSI - 1. PENGERTIAN ASURANSI : RISIKO DAN KETIDAKPASTIAN

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Asuransi adalah pertanggungan atau perjanjian antara dua belah pihak, dimana pihak satu berkewajiban membayar iuran/kontribusi/premi. Pihak yang lainnya memiliki kewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran/kontribusi/premi apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang miliknya sesuai dengan perjanjian yang sudah dibuat.

Dari pengertian asuransi tersebut diatas, yang dimaksud dengan “sesuatu yang menimpa” adalah terjadinya risiko yang tidak dapat diprediksi kapan dan bagaimana akan terjadi ataupun seberapa besar dampaknya. Untuk lebih jelasnya berikut pengertian konsep risiko dan ketidakpastian.



       A.    ARTI DAN KONSEP RISIKO DAN UNCERTAINTY

Beberapa definisi risiko sebagai berikut:
-          Risiko adalah kemungkinan terjadinya sesuatu yang tidak menguntungkan (Risk is the possibility of an unfortunate occurrence)
-          Risiko adalah satu kombinasi dari bahaya – bahaya (Risk is a combination of hazards)
-          Risiko adalah sesuatu yang tidak dapat diduga kecenderungan membawa hasil yang berbeda dengan hasil yang diduga sebelumnya.( Risk is unpredictability, the tendency that actual results may differ from predicted results)
-          Risiko adalah ketidak-pastian kerugian (Risk is the uncertainty as to occurance of an economic loss)
-          Risiko adalah kemungkinan kerugian (Risk is the chance of loss)
-          Risk is the objective doubt concerning the outcome in a given situation

Dari definisi diatas, ketidakpastian (uncertainty) lebih difokuskan menjadi definisi dari risiko sesuai dengan praktek asuransi hari –hari.
A.1 UNCERTAINTY (ketidakpastian)
Ketidak-pastian berarti sesuatu keraguan tentang waktu yang akan datang didasarkan pada kurang pengetahuan, ketidaksempurnaan dan pengetahuan.
Dalam hal ini, uncertainty terjadi tanpa memandang apakah keraguan tersebut sudah diketahui sebelumnya oleh orang yang terlibat didalamnya.

B.   HUBUNGAN ANTARA FREQUENCY DAN SEVERITY ATAS RISIKO


Komponen kedua dari risiko adalah pendapat bahwa ada tingkat yang berbeda terjadinya risiko,. Tidak dapat diasumsikan bahwa tingkat kemungkinan terjadinya semua risiko sama.
Contohnya, rumah yang dekat dengan sungai berisiko atas terjadinya banjir. Bandingkan dengan rumah yang berada dilereng bukit, memiliki risiko terjadinya banjir yang sangat kecil.               
Akan tetapi pandangan kita bisa saja berubah dengan pertimbangan nilai dimana risiko mungkin terjadi. Misalnya rumah yang berada ditepi sungai merupakan rumah untuk dipakai liburan dengan nilai hanya 5,000 pounds sedangkan rumah yang ada dilereng  bukit bernilai 200,000 pounds (rumah mewah). Pandangan kita bisa saja berubah, rumah yang di atas bukit berisiko tinggi mengacu pada nilai (higher potential severity).

B.1 FREKWENSI DAN SEVERITAS

Frekwensi adalah kombinasi kemungkinan terjadi kejadian sedangkan severitas adalah besarnya kerugian bila terjadi. Dalam contoh diatas, rumah yang berada dekat sungai, frekwensi terjadinya banjir akan lebih besar dari rumah di lereng bukit. Sedangkan rumah yang dilereng bukit bila terjadi banjir akan lebih besar kerugiannya dari pada rumah dekat sungai (severitas).
Shop-lifting (Pengutilan) adalah contoh atas risiko dengan berfrekwensi tingi. Di banyak toko frekwensi atas pengutilan sangat tinggi. Risiko pengutilan dapat diprediksi dalam arti pemilik toko dapat mengetahui berapa banyak barang tertentu yang dicuri setiap tahunnya sehingga ketidakpastian bisa dikurangi atas frekwensi kejadian. Perusahaan asuransi dapat memprediksi kejadian lebih akurat, bila frekwensi kejadian tinggi. Artinya besarnya premi yang akan dibayar lebih besar dari pada risiko yang frekwensinya rendah.

Berikut Figure berupa diagram yang menunjukkan hubungan antara Frekwensi dengan Severitas.
Figure 1.1 ABC Insurance Co.  Pengalaman Klaim Household 1977

Biaya                                                   Jumlah
(Severitas)                                           (Frekwensi)
$ 0 s/d $ 9,999                                                2,000
$ 10,000 s/d 19,999                            1,500
$ 20,000 s/d 29,999                               750
$ 30,000 s/d 39,999                               300
$ 40,000 s/d 49,999                               200
$ 50,000 ke atas                                         0

1.1 (severitas $, 000s)
Figure 1.2

Heinrich Triangle

Hubungan antara frekwensi dan severitas yang digambarkan dengan diagram atau lebih populer dengan Heinrich Triangle, ada figure 1.2

Diagram tersebut menunjukkan terdapat satu kecelakaan kerja yang mengakibatkan luka parah, dan 30 kecelakaan yang mengakibatkan luka ringan serta 300 kecelakaan yang sama sekali tidak menyebabkan luka. Triangle ini didasarkan pada pengamatan dalam study kasus atas satu proses kerja.

Hubungan yang kedua  antara frekwensi dengan severitas dimana frekwensi yang rendah dan high severity. Figure 1.3 menunjukkan pengalaman satu klaim asuransi penerbangan sebagai berikut:

Figure 1.3

Biaya                                                                           Jumlah/kasus
(Severitas)                                                                   (frekwensi)
$0 s/d kurang dari $ 100,000                                                  2
$ 100,000 s/d kurang dari $ 200,000                                      3
$ 200,000 s/d kurang dari  $ 300,000                                     5
$ 300,000 s/d kurang dari $ 400,000                                      10
$ 400,000 s/d kurang dari $ 500,000                                      20
Di atas $ 500,000                                                                    0

1.3 (severitas $, 000s)

Jumlah frekwensi dalam diagram di atas tidak sama frekwensi nya dengan yang ada di diagram. Namun bila terjadi maka memakan biaya yang sangat besar. Contoh kecelakaan pada pesawat atau kapal laut, frekwensi rendah namun bila terjadi akan menimbulkan kerugian yang sangat besar.

C.   Berbagai cara dalam mengklasifikasikan risiko


Kita sering menggunakan resiko yang berarti satu kejadian yang menyebabkan kerugian dan juga faktor – faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kerugian. Ketika kita berpikir tentang penyebab berarti terdapat sedikitnya ada 2 aspek yaitu Peril dan Hazard. 

Contoh rumah yang berada dekat sungai, beresiko banjir. Risiko banjir bukanlah pemahaman yang benar akan tetapi risiko kerusakan akibat banjir.

Banjir adalah penyebab kerugian dan faktanya rumah yang dekat sungai akan mempengaruhi terjadinya kerugian akibat banjir.

Banjir adalah peril/resiko sedangkan kedekatan rumah dengan sungai adalah hazard.
Peril adalah penyebab utama,  yaitu sesuatu yang akan menimbulkan kerugian. Sering terjadi diluar kontrol seseorang yang mungkin terlibat.

Badai, kebakaran, pencurian, kecelakaan lalu lintas dan ledakan merupakan perils.

Faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kejadian disebut dengan hazard. Hazard bukan  penyebab tetapi dapat meningkatkan atau mengurangi efek terjadinya satu peril.

Pertimbangan satu Hazard adalah penting bagi perusahaan asuransi ketika hendak memutuskan untuk menjamin satu risiko dan penetapan besarnya premi diberlakukan.

Hazard dapat berupa fisik atau juga moral. Physical Hazard menyangkut karakteristik fisik atas risiko misalnya sifat dari konstruksi bangunan (kayu atau beton), alat pengaman pada satu toko atau pabrik atau jarak bangunan dengan sungai.

Sementara, moral hazard menyangkut pada aspek – aspek manusia yang mempengaruhi terjadinya risiko. Misalnya prilaku/tingkah laku seorang tertanggung.

C.1 FINANCIAL AND NON-FINANCIAL RISK

Financial Risk adalah satu risiko yang terjadi yang menimbulkan kerugian dapat diukur dengan uang. Contohnya, risiko terjadi pencurian, kebakaran dan kehilangan keuntungan setelah kebakaran. 
Dalam situasi lain, pengukuran dengan uang adalah tidak mungkin. Contohnya risiko ketika terjadi salah memilih karir, salah memilih pasangan/teman hidup dan juga menyesal mengadopsi anak.

C.2 PURE AND SPECULATIVE RISKS (RESIKO MURNI DAN RESIKO SPECULATIF)

Klasifikasi yang kedua adalah akibat. Hal ini membedakan antara situasi untuk dan situasi rugi.
Pure risk menghasilkan kemungkinan kerugian, ataupun tidak untung atau pun tidak rugi (situasi break even), hasilnya bisa saja tidak mengenakan atau memberikan posisi tetap sama sebelum terjadi event/risiko.

Risiko mengendarai sepeda motor, kebakaran di satu pabrik, pencurian barang – barang dagangan di toko dan kecelakaan kerja semuanya merupakan risiko murni.
Sementara, semua risiko yang kemungkinan mendatangkan keuntungan adalah risiko spekulatif. 

Contohnya menginvestasikan uang dengan membeli saham di pasar modal. Hasil investasi bisa menguntungkan, rugi dan juga break  even. 
Berikut contoh – contoh yang menyangkut kedua risiko tersebut.

C2A. PURE RISK

Pure risk yang dialami satu perusahaan yang bergerak dalam manufacturing (pabrik)
-          Kerusakan material pada bangunan pabrik, mesin – mesinnya dan stoknya yang disebabkan oleh kebakaran, badai, ledakan, perbuatan jahat dan risiko lainnya.
-          Kehilangan stok baik barang jadi atau pun barang baku oleh kejadian akibat pencurian
-          Tanggung Jawab hukum atas luka badan dari para buruh dan luka badan dan juga kerusakan harta benda dari tamu yang berkunjung. Bila pabrik tersebut memproduksi makanan, akan menghadapi ancaman atau kemungkinan tuntutan hukum atas cacat produk yang mengakibatkan konsumen sakit / meninggal.
-          Bila terjadi kerusakan akibat kebakaran, risiko gangguan usaha dan hilangnya keuntungan akibat gangguan usaha.
-          Sebagai pabrik makanan, kemungkinan resiko curangi yaitu produk yang ditiru, hal ini meningkat belakangan ini.

C2B. SPECULATIVE RISKS

Spekulatif mengacu pada risiko – risiko bisnis. Contoh – contoh sebagai berikut:
-          Penerapan harga produk, risiko bila terjadi penerapan harga yang salah. Tujuan penerapan harga di loadingkan margin keuntungan bagi perusahaan.
-          Keputusan – keputusan yang diambil untuk pemasaran produk. Salah memahami kemauan/kebutuhan pasar dapat menyebabkan kerugian. Bila tetap akan mendatangkan keuntungan.
-          Setiap keputusan atas diversifikasi, expansi atau akusisi dapat mendatangkan kerugian atau juga menyebabkan kerugian.
-          Penjualan dengan sistem kredit dengan harapan mendatangkan keuntungan bisa juga berakhir dengan kerugian bila penagihan tidak lancar ataupun tidak tertagih.

Normalnya pure risk adalah risiko yang dapat diasuransikan sedangkan resiko spekulatif biasanya tidak dapat diasuransikan.

C3. FUNDAMENTAL DAN PARTICULAR RISKS

Klasifikasi terakhir berhubungan dengan sebab dan akibat dari satu risiko.

Fundamental risk adalah risiko yang timbul dan penyebabnya diluar kontrol setiap orang secara individu maupun secara kelompok. Efeknya dari risiko fundamental dapat dirasakan banyak orang.

Risiko fundamental yang secara alamiah terjadi antara lain gempa bumi, banjir, letusan gunung berapi, dan tsunami. 

Risiko fundamental atas perubahan sosial antara lain perang saudara dan huru – hara.

Particular Risk lebih bersifat pribadi / personal baik penyebabnya maupun akibatnya yaitu antara lain kebakaran, pencurian dan kecelakaan kerja dan kecelakaan mengemudi kendaraan.

Demikian pengertian Asuransi, Risiko, dan ketidakpastian. Semoga Bermanfaat.
Silahkan ajukan pertanyaan, kritik dan saran Anda di kolom komentar.

0 comments:

Post a Comment