Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia, Asuransi adalah pertanggungan atau perjanjian antara dua
belah pihak, dimana pihak satu berkewajiban membayar iuran/kontribusi/premi. Pihak
yang lainnya memiliki kewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar
iuran/kontribusi/premi apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau
barang miliknya sesuai dengan perjanjian yang sudah dibuat.
Dari pengertian
asuransi tersebut diatas, yang dimaksud dengan “sesuatu yang menimpa” adalah
terjadinya risiko yang tidak dapat diprediksi kapan dan bagaimana akan terjadi
ataupun seberapa besar dampaknya. Untuk lebih jelasnya berikut pengertian
konsep risiko dan ketidakpastian.
A. ARTI DAN KONSEP RISIKO DAN UNCERTAINTY
Beberapa definisi risiko sebagai berikut:
-
Risiko adalah
kemungkinan terjadinya sesuatu yang tidak menguntungkan (Risk is the
possibility of an unfortunate occurrence)
-
Risiko adalah satu
kombinasi dari bahaya – bahaya (Risk is a combination of hazards)
-
Risiko adalah
sesuatu yang tidak dapat diduga kecenderungan membawa hasil yang berbeda dengan
hasil yang diduga sebelumnya.( Risk is unpredictability, the tendency that actual
results may differ from predicted results)
-
Risiko adalah
ketidak-pastian kerugian (Risk is the uncertainty as to occurance of an
economic loss)
-
Risiko adalah
kemungkinan kerugian (Risk
is the chance of loss)
-
Risk
is the objective doubt concerning the outcome in a given situation
Dari definisi diatas, ketidakpastian (uncertainty) lebih difokuskan menjadi
definisi dari risiko sesuai dengan praktek asuransi hari –hari.
A.1 UNCERTAINTY (ketidakpastian)
Ketidak-pastian berarti sesuatu keraguan tentang waktu yang akan datang
didasarkan pada kurang pengetahuan, ketidaksempurnaan dan pengetahuan.
Dalam hal ini, uncertainty terjadi tanpa memandang apakah keraguan tersebut
sudah diketahui sebelumnya oleh orang yang terlibat didalamnya.
B. HUBUNGAN ANTARA FREQUENCY DAN SEVERITY
ATAS RISIKO
Komponen kedua dari risiko adalah pendapat bahwa ada tingkat yang berbeda
terjadinya risiko,. Tidak dapat
diasumsikan bahwa tingkat kemungkinan terjadinya semua risiko sama.
Contohnya, rumah yang dekat dengan sungai berisiko atas terjadinya banjir.
Bandingkan dengan rumah yang berada dilereng bukit, memiliki risiko terjadinya
banjir yang sangat kecil.
Akan tetapi pandangan kita bisa saja berubah dengan pertimbangan nilai dimana
risiko mungkin terjadi. Misalnya rumah yang berada ditepi sungai merupakan
rumah untuk dipakai liburan dengan nilai hanya 5,000 pounds sedangkan rumah
yang ada dilereng bukit bernilai 200,000
pounds (rumah mewah). Pandangan kita bisa saja berubah, rumah yang di atas
bukit berisiko tinggi mengacu pada nilai (higher potential severity).
B.1 FREKWENSI DAN SEVERITAS
Frekwensi adalah kombinasi kemungkinan terjadi kejadian sedangkan severitas
adalah besarnya kerugian bila terjadi. Dalam contoh diatas, rumah yang berada
dekat sungai, frekwensi terjadinya banjir akan lebih besar dari rumah di lereng
bukit. Sedangkan rumah yang dilereng bukit bila terjadi banjir akan lebih besar
kerugiannya dari pada rumah dekat sungai (severitas).
Shop-lifting (Pengutilan) adalah contoh atas risiko dengan berfrekwensi
tingi. Di banyak toko frekwensi atas pengutilan sangat tinggi. Risiko
pengutilan dapat diprediksi dalam arti pemilik toko dapat mengetahui berapa
banyak barang tertentu yang dicuri setiap tahunnya sehingga ketidakpastian bisa
dikurangi atas frekwensi kejadian. Perusahaan asuransi dapat memprediksi
kejadian lebih akurat, bila frekwensi kejadian tinggi. Artinya besarnya premi
yang akan dibayar lebih besar dari pada risiko yang frekwensinya rendah.
Berikut Figure berupa diagram yang menunjukkan hubungan antara Frekwensi
dengan Severitas.
Figure 1.1 ABC
Insurance Co. Pengalaman Klaim Household
1977
Biaya Jumlah
(Severitas) (Frekwensi)
$ 0 s/d $ 9,999 2,000
$ 10,000 s/d 19,999 1,500
$ 20,000 s/d 29,999 750
$ 30,000 s/d 39,999 300
$ 40,000 s/d 49,999 200
$ 50,000 ke atas 0
 |
| 1.1 (severitas $, 000s) |
Figure 1.2
 |
| Heinrich Triangle |
Hubungan antara frekwensi dan severitas yang digambarkan dengan diagram
atau lebih populer dengan Heinrich Triangle, ada figure 1.2
Diagram tersebut menunjukkan terdapat satu kecelakaan kerja yang
mengakibatkan luka parah, dan 30 kecelakaan yang mengakibatkan luka ringan
serta 300 kecelakaan yang sama sekali tidak menyebabkan luka. Triangle ini
didasarkan pada pengamatan dalam study kasus atas satu proses kerja.
Hubungan yang kedua antara frekwensi
dengan severitas dimana frekwensi yang rendah dan high severity. Figure 1.3
menunjukkan pengalaman satu klaim asuransi penerbangan sebagai berikut:
Figure 1.3
Biaya Jumlah/kasus
(Severitas) (frekwensi)
$0 s/d kurang dari $ 100,000 2
$ 100,000 s/d kurang dari $ 200,000 3
$ 200,000 s/d kurang dari $ 300,000 5
$ 300,000 s/d kurang dari $ 400,000 10
$ 400,000 s/d kurang dari $ 500,000 20
Di atas $ 500,000 0
 |
| 1.3 (severitas $, 000s)
|
Jumlah frekwensi dalam diagram di atas tidak sama frekwensi nya dengan yang
ada di diagram. Namun bila terjadi maka memakan biaya yang sangat besar. Contoh
kecelakaan pada pesawat atau kapal laut, frekwensi rendah namun bila terjadi
akan menimbulkan kerugian yang sangat besar.
C. Berbagai cara dalam mengklasifikasikan
risiko
Kita sering menggunakan resiko yang berarti satu kejadian yang menyebabkan
kerugian dan juga faktor – faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kerugian. Ketika kita berpikir tentang penyebab berarti terdapat sedikitnya ada 2
aspek yaitu Peril dan Hazard.
Contoh rumah yang berada dekat sungai, beresiko
banjir. Risiko banjir bukanlah pemahaman yang benar akan tetapi risiko
kerusakan akibat banjir.
Banjir adalah penyebab kerugian dan faktanya rumah yang dekat sungai akan
mempengaruhi terjadinya kerugian akibat banjir.
Banjir adalah peril/resiko sedangkan kedekatan rumah dengan sungai adalah
hazard.
Peril adalah penyebab utama, yaitu
sesuatu yang akan menimbulkan kerugian. Sering terjadi diluar kontrol seseorang
yang mungkin terlibat.
Badai, kebakaran, pencurian, kecelakaan lalu lintas dan ledakan merupakan
perils.
Faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kejadian disebut dengan hazard.
Hazard bukan penyebab tetapi dapat
meningkatkan atau mengurangi efek terjadinya satu peril.
Pertimbangan satu Hazard adalah penting bagi perusahaan asuransi ketika
hendak memutuskan untuk menjamin satu risiko dan penetapan besarnya premi
diberlakukan.
Hazard dapat berupa fisik atau juga moral. Physical Hazard menyangkut
karakteristik fisik atas risiko misalnya sifat dari konstruksi bangunan (kayu
atau beton), alat pengaman pada satu toko atau pabrik atau jarak bangunan
dengan sungai.
Sementara, moral hazard menyangkut pada aspek – aspek manusia yang
mempengaruhi terjadinya risiko. Misalnya prilaku/tingkah laku seorang
tertanggung.
C.1 FINANCIAL AND
NON-FINANCIAL RISK
Financial Risk adalah
satu risiko yang terjadi yang menimbulkan kerugian dapat diukur dengan uang.
Contohnya, risiko terjadi pencurian, kebakaran dan kehilangan keuntungan
setelah kebakaran.
Dalam situasi lain, pengukuran dengan uang adalah tidak mungkin. Contohnya
risiko ketika terjadi salah memilih karir, salah memilih pasangan/teman hidup
dan juga menyesal mengadopsi anak.
C.2 PURE AND
SPECULATIVE RISKS (RESIKO MURNI DAN RESIKO SPECULATIF)
Klasifikasi yang kedua
adalah akibat. Hal ini membedakan antara situasi untuk dan situasi rugi.
Pure risk menghasilkan
kemungkinan kerugian, ataupun tidak untung atau pun tidak rugi (situasi break
even), hasilnya bisa saja tidak mengenakan atau memberikan posisi tetap sama
sebelum terjadi event/risiko.
Risiko mengendarai
sepeda motor, kebakaran di satu pabrik, pencurian barang – barang dagangan di
toko dan kecelakaan kerja semuanya merupakan risiko murni.
Sementara, semua risiko
yang kemungkinan mendatangkan keuntungan adalah risiko spekulatif.
Contohnya
menginvestasikan uang dengan membeli saham di pasar modal. Hasil investasi bisa
menguntungkan, rugi dan juga break
even.
Berikut contoh – contoh
yang menyangkut kedua risiko tersebut.
C2A. PURE RISK
Pure risk yang dialami
satu perusahaan yang bergerak dalam manufacturing (pabrik)
-
Kerusakan
material pada bangunan pabrik, mesin – mesinnya dan stoknya yang disebabkan
oleh kebakaran, badai, ledakan, perbuatan jahat dan risiko lainnya.
-
Kehilangan
stok baik barang jadi atau pun barang baku oleh kejadian akibat pencurian
-
Tanggung
Jawab hukum atas luka badan dari para buruh dan luka badan dan juga kerusakan
harta benda dari tamu yang berkunjung. Bila pabrik tersebut memproduksi
makanan, akan menghadapi ancaman atau kemungkinan tuntutan hukum atas cacat
produk yang mengakibatkan konsumen sakit / meninggal.
-
Bila
terjadi kerusakan akibat kebakaran, risiko gangguan usaha dan hilangnya
keuntungan akibat gangguan usaha.
-
Sebagai pabrik
makanan, kemungkinan resiko curangi yaitu produk yang ditiru, hal ini meningkat
belakangan ini.
C2B. SPECULATIVE RISKS
Spekulatif mengacu pada risiko – risiko bisnis. Contoh – contoh sebagai
berikut:
-
Penerapan harga
produk, risiko bila terjadi penerapan harga yang salah. Tujuan penerapan harga
di loadingkan margin keuntungan bagi perusahaan.
-
Keputusan –
keputusan yang diambil untuk pemasaran produk. Salah memahami kemauan/kebutuhan
pasar dapat menyebabkan kerugian. Bila tetap akan mendatangkan keuntungan.
-
Setiap keputusan
atas diversifikasi, expansi atau akusisi dapat mendatangkan kerugian atau juga
menyebabkan kerugian.
-
Penjualan dengan
sistem kredit dengan harapan mendatangkan keuntungan bisa juga berakhir dengan
kerugian bila penagihan tidak lancar ataupun tidak tertagih.
Normalnya pure risk adalah risiko yang dapat diasuransikan sedangkan resiko
spekulatif biasanya tidak dapat diasuransikan.
C3. FUNDAMENTAL DAN PARTICULAR RISKS
Klasifikasi terakhir berhubungan dengan sebab dan akibat dari satu risiko.
Fundamental risk adalah risiko yang timbul dan penyebabnya diluar kontrol
setiap orang secara individu maupun secara kelompok. Efeknya dari risiko
fundamental dapat dirasakan banyak orang.
Risiko fundamental yang secara alamiah terjadi antara lain gempa bumi,
banjir, letusan gunung berapi, dan tsunami.
Risiko fundamental atas perubahan sosial antara lain perang saudara dan
huru – hara.
Particular Risk
lebih bersifat pribadi / personal baik penyebabnya maupun akibatnya yaitu
antara lain kebakaran, pencurian dan kecelakaan kerja dan kecelakaan mengemudi
kendaraan.
Demikian pengertian Asuransi, Risiko, dan ketidakpastian. Semoga Bermanfaat.
Silahkan ajukan pertanyaan, kritik dan saran Anda di kolom komentar.